Jumat, 26 Agustus 2016

Aplikasi GIS Open Source berbasis website

Perkembangan aplikasi open source saat ini berkembang dengan sangat pesat. Dikarenakan aplikasi open source cenderung gratis dan mudah didapat, menjadi daya tarik yang menunjang popularitas aplikasi ini. Dengan banyaknya aplikasi open source saat ini, hal ini tidak menjadi sesuatu yang tabu lagi bagi kita sebagai user pemakai.
“Open source” secara teknis dapat diartikan sebagai perangkat lunak yang menyediakan kode sumber (source code) untuk dimodifikasi dan didistribusikan kepada publik. Ada beberapa lisensi aplikasi open source (AOS) yang dikoordinasikan oleh “Open Source Initiative” (http://www.opensource.org). Kesuksesan AOS bukan disebabkan oleh karena penyediaan kode sumber yang secara bebas dapat dimodifikasi dan disitribusikan, akan tetapi lebih disebabkan oleh tumbuh dan berkembangnya komunitas yang memiliki minat yang sama dalam mengembangkan aplikasi tersebut.
Aplikasi GIS open source berbasis web umumnya digunakan untuk menyajikan data spasial secara online melalui media internet. Aplikasi GIS berbasis web sangat erat kaitannya dengan standar dalam bidang geospasial. Hal ini dimaksudkan untuk mendukung interoperabilitas penyediaan dan kerja sama data spasial.
Beberapa aplikasi GIS open source berbasis web antara lain:
•           UMN MapServer (http://mapserver.gis.umn.edu), MapServer merupakan aplikasi GIS pemetaan online (web-mapping) yang cukup popular. Dikembangkan oleh Universitas Minnesota dan didukung oleh NASA dan Departemen Sumber Daya Alam Minnesota (Minnesota Department of Natural Resources).
•           MapGuide Open Source (http://mapguide.osgeo.org/), MapGuide Open Source merupakan aplikasi GIS pemetaan online (web-based mapping) dan dikembangkan dan didukung oleh OSGEO Foundation. Mapguide dapat dikembangkan di Linux atau Windows dan dapat didukung oleh Apache atau IIS, sedangkan bahasa pemrograman yang dapat dipergunakan adalah ASP .NET, PHP, Java dan Javascript.
•           GeoServer (http://geoserver.sourceforge.net/), GeoServer merupakan aplikasi GIS pemetaan online (web-mapping) yang berbasiskan Java dan dibangun menggunakan library GeoTools. GeoServer merupakan implementasi OpenGIS Consortium untuk Spesifikasi Web Feature Server.
•           DeeGree (http://deegree.sourceforge.net/), DeeGree, sebelumnya dikenal dengan nama jaGo, yang menyediakan beberapa fungsi SIG yang merupakan implementasi dari OpenGIS yaitu Consortium.



•           QGIS (http://www.qgis.org/en/site/), dikenal juga dengan nama QuantumGIS aplikasi GIS pemetaan online yang menyediakan kemudahan kepada user dalam membuat map dengan banyak layer dan proyeksi.

WebGIS sebagai penyedia informasi data spasial

Seiring dengan perkembangan Internet, teknologi GIS pun senantiasa mengikuti kebutuhan pengguna, terutama untuk mempublikasikan informasi spasial, khususnya dalam bentuk peta melalui media Internet. Dengan hadirnya WebGIS sebagai salah satu komponen GIS yang berfungsi sebagai platform untuk memudahkan pengguna dalam menyebarluaskan informasi spasial terutama dalam bentuk peta, maka diharapkan pertukaran informasi akan menjadi lebih mudah dan efisien.
Sampai saat ini sudah banyak aplikasi WebGIS yang dihasilkan dan dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, baik pemerintah, universitas, maupun swasta. Rentang harganya pun cukup beragam, dari yang gratis sampai dengan yang senilai puluhan ribu dollar AS yang biasanya sesuai dengan kapabilitas aplikasi tersebut.
Salah satu contoh pemanfaatan WebGIS oleh BPPT adalah yang dilakukan melalui kerja sama dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) dan Departemen Kehutanan, yaitu untuk penerapan Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran (SPBK). Dalam kegiatan ini, BPPT juga mendapatkan hibah berupa aplikasi GeoMedia Professional dan WebMap melalui program Open Interoperability Grant. Dalam kerja sama ini, komponen WebGIS digunakan untuk menyebarluaskan peta indeks cuaca kebakaran, peta vegetasi, dan informasi spasial yang terkait lainnya melalui media Internet.
Untuk lingkup kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan, setelah dilakukan pengolahan dan analisis citra remote sensing, yang dipadukan dengan spectral library dan hasil observasi lahan lainnya, termasuk status pertanaman dan distribusi pertumbuhan, maka langkah selanjutnya adalah menyampaikan hasil analisis tersebut kepada khalayak yang lebih luas melalui berbagai media. Salah satunya adalah media Internet dengan menggunakan WebGIS.
Beberapa contoh website yang menggunakan WebGIS dengan data spasial diantaranya :
-       http://jdsdkaboki.net/
WebGIS yang menyediakan data dan informasi spasial mengenai Sub Bidang Tata Ruang dan Lingkungan BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH Kabupaten Ogan Komering Ilir.
WebGIS Kementrian Perhutanan yang menyediakan data dan informasi data spasial kehutanan secara mudah dan cepat dalam rangka mendorong penintegrasian data dan informasi kehutanan.

WebGIS yang berisi pemantauan bencana atau kejadian bencana yang terjadi di seluruh Indonesia, menggambarkan kejadian bencana terkini hingga 30 hari yang lalu.

Informasi lebih lengkap dapat membaca artikel pada link ini